Hal-hal yang tidak selesai. Terlalu banyak hal untuk dipelajari. Itulah laku peradaban kini. Seiring waktu, spesis baru bernama pengetahuan kian melimpah ruah jumlahnya. Dulu, orangtua kita tak pernah menyangka, makanan khas bakal menjadi disiplin ilmu tersendiri, bahkan dalam jenjang pendidikan formal bakal mengantarkan seseorang sebagai sarjana jasa boga. Begitu juga dalam pendidikan, dulu satu orang guru mengampu semua bahan ajar yang ada di ruang kelas. Kini tidak, segala hal ada spesialisnya masing-masing. Bahkan, jangan main-main, mengajar di luar basik keilmuan dianggap tindakan malpraktik.
MetamarketKamis, 07 Januari 2010 | WidodoKondisi paska-modernitas—atau bolehlah kita sebut juga dengan rezim pasar bebas—mengarahkan manusia pada kompetisi-kompestisi ilutif, baik pada tingkatan material maupun metameterial.... + Selengkapnya
AKU, KITA dan JAMBIKamis, 07 Januari 2010 | Jumardi“Bulat Aek oleh pembuluh, Bulat kato oleh mufakat”
Jambi sebagai Kita adalah kesadaran bersama untuk menghargai masa lalu,
melayani masa kini dan bertanggung jawab terhadap masa depan.... + Selengkapnya
Artikel lain
Negeri Tanah Pusako
Gallery Kegiatan
Shoutbox
Latest Message:11 minutes ago
GW_2539 : tooo admin web tolong dong shoutbox nya dibersihin x