Hal-hal yang tidak selesai. Terlalu banyak hal untuk dipelajari. Itulah laku peradaban kini. Seiring waktu, spesis baru bernama pengetahuan kian melimpah ruah jumlahnya. Dulu, orangtua kita tak pernah menyangka, makanan khas bakal menjadi disiplin ilmu tersendiri, bahkan dalam jenjang pendidikan formal bakal mengantarkan seseorang sebagai sarjana jasa boga. Begitu juga dalam pendidikan, dulu satu orang guru mengampu semua bahan ajar yang ada di ruang kelas. Kini tidak, segala hal ada spesialisnya masing-masing. Bahkan, jangan main-main, mengajar di luar basik keilmuan dianggap tindakan malpraktik.
Pendidikan: Proses yang Terencana
Menurut Suyanto, makna filosofis pendidikan adalah proses bagaimana manusia mengenali diri dengan segala potensi yang dimilikinya…
Apakah Bangsa/daerahmu akan kau biarkan terbungkuk-bungkuk dalam ketidaktahuannya.
Siapa yang bakal memulai kalau bukan kalian, pemuda.
(Pramoedya Ananta Toer)
Saatnya Kita Bangkit Bersama
Pelajaran yang harus diambil dari sejarah terbentuknya negeri ini adalah bagaimana mengorganisasikan ide-ide luhur tentang kemerdekaan. Artinya,dari banyak organisasi pada masa pra kemerdekaan, seperti Jong Java, Jong Sumatra, dan lain-lain adalah realisasi dari kehendak bersama tentang idealnya negara-bangsa.
Bila menimbang-nimbang fenomena politik lokal di Jambi, terutama pada saat kampanye pemilihan kepala daerah, kesimpulan yang sering kita peroleh adalah pesimisme terhadap demokrasi prosedural atau general election. Dengan kencangnya politik uang, politik dagang sapi, jual beli suara, dan manipulasi suara, atau sekadar mobilisir rakyat, seakan-akan idealitas pemilu adalah langka jika bukan muhal. Yang terjadi adalah demokrasi semu dan pemilu yang semata rutinitas ajang menghambur-hamburkan anggaran.
Zaman ini serba kilat. Lalu lalang informasi tak terbantahkan. Terus membentuk arus yang terkadang semakin ruwet. Itulah globalisasi. Sebuah kondisi yang di dalamnya terjadi revolusi arus informasi dengan segala tetek bengek pemutaakhiran teknologi. Keliru sedikit saja mengarungi bahtera peradaban di zaman ini bisa berakibat fatal. Antony Gidden mengatakan, zaman ini berada dalam situasi running away, segala sesuatu begitu cepat berlari, bahkan sulit dikejar.
MetamarketKamis, 07 Januari 2010 | WidodoKondisi paska-modernitas—atau bolehlah kita sebut juga dengan rezim pasar bebas—mengarahkan manusia pada kompetisi-kompestisi ilutif, baik pada tingkatan material maupun metameterial.... + Selengkapnya
AKU, KITA dan JAMBIKamis, 07 Januari 2010 | Jumardi“Bulat Aek oleh pembuluh, Bulat kato oleh mufakat”
Jambi sebagai Kita adalah kesadaran bersama untuk menghargai masa lalu,
melayani masa kini dan bertanggung jawab terhadap masa depan.... + Selengkapnya