Hal-hal yang tidak selesai. Terlalu banyak hal untuk dipelajari. Itulah laku peradaban kini. Seiring waktu, spesis baru bernama pengetahuan kian melimpah ruah jumlahnya. Dulu, orangtua kita tak pernah menyangka, makanan khas bakal menjadi disiplin ilmu tersendiri, bahkan dalam jenjang pendidikan formal bakal mengantarkan seseorang sebagai sarjana jasa boga. Begitu juga dalam pendidikan, dulu satu orang guru mengampu semua bahan ajar yang ada di ruang kelas. Kini tidak, segala hal ada spesialisnya masing-masing. Bahkan, jangan main-main, mengajar di luar basik keilmuan dianggap tindakan malpraktik.
Susno Duaji, petinggi polisi yang belakangan gara-gara kasus cicak vs buaya namanya mengartis malampaui ketenaran Julia Roberts, menangis. Sebagian orang mungkin trenyuh. Namun, banyak orang yang cinta menganggapnya sekadar acting menutupi kebusukannya. Jika orang tipe kedua membaca buku The Power of Airmata ini, terang mereka menilai airmata Susno adalah ekspresi kemunafikan yang memanipulir.
Tapi sayangnya, Susno bukan perempuan atau anak kecil yang tangisnya berefek sentuhan emosional eksplosif dan melunglaikan kemarahan pendengar tangisan. Airmata Susno tak sekonyong-konyong merubah persepsi negatif inheren yang terpancar dari mukanya. Dan publik pun tetap tidak bergeming dengan drama retoris airmata Susno.
MetamarketKamis, 07 Januari 2010 | WidodoKondisi paska-modernitas—atau bolehlah kita sebut juga dengan rezim pasar bebas—mengarahkan manusia pada kompetisi-kompestisi ilutif, baik pada tingkatan material maupun metameterial.... + Selengkapnya
AKU, KITA dan JAMBIKamis, 07 Januari 2010 | Jumardi“Bulat Aek oleh pembuluh, Bulat kato oleh mufakat”
Jambi sebagai Kita adalah kesadaran bersama untuk menghargai masa lalu,
melayani masa kini dan bertanggung jawab terhadap masa depan.... + Selengkapnya
Artikel lain
Negeri Tanah Pusako
Gallery Kegiatan
Shoutbox
Latest Message:1 hour, 50 minutes ago
GW_2539 : tooo admin web tolong dong shoutbox nya dibersihin x