Mulanya, hanya segelintir orang. Seingat saya, berbentuk leter o mengelilingi lampu teplok, di tepi kali Nologaten, Sendang Tirto, Sleman- Yogyakarta, tepatnya di warung kopi ngebanresto, enam orang laki-laki dan satu perempuan (Rudi Hartono, Jumardi Putra, Aris, Erni, Widodo, Azkan dan Iwan) duduk bersila di atas tikar yang tampak kumuh dan lusuh. Tawa canda sesekali menghiasi forum mungil itu. Gemericik air di tepi kali sebelah joglo, tempat kami berkumpul menambah irama kehidupan malam.
MetamarketKamis, 07 Januari 2010 | WidodoKondisi paska-modernitas—atau bolehlah kita sebut juga dengan rezim pasar bebas—mengarahkan manusia pada kompetisi-kompestisi ilutif, baik pada tingkatan material maupun metameterial.... + Selengkapnya
AKU, KITA dan JAMBIKamis, 07 Januari 2010 | Jumardi“Bulat Aek oleh pembuluh, Bulat kato oleh mufakat”
Jambi sebagai Kita adalah kesadaran bersama untuk menghargai masa lalu,
melayani masa kini dan bertanggung jawab terhadap masa depan.... + Selengkapnya